Irwandi Jaswir Kembangkan Halal Science, Raih Penghargaan Raja Faisal

Posted on

Ilmuwan asal Indonesia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, berhasil menyabet penghargaan bergengsi di Arab Saudi dan dunia Islam, yakni King Faisal International Prize 2018.

Penghargaan dengan kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam) diberikan kepada Irwandi Jaswir yang disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dalam sebuah acara megah yang diselenggarakan di Hotel Faisaliyah, Riyadh, hari Senin (26/03/2018).

Prof. Dr. Irwandi Jaswir (48), pria kelahiran Medan yang dikenal dengan julukan “Profesor Halal”. Julukan itu ia peroleh atas kontribusinya yang besar dalam pengembangan Halal Science.

Riset Halal Science bertujuan untuk mempermudah umat Muslim dalam mengidentifikasi makanan yang halal dan haram, serta mencari alternatif makanan halal dengan memproduksi gelatin Halal dari sumber makanan halal, seperti unta dan ikan.

Dalam laman resmi King Faisal International Prize dijelaskan, kontribusi besar Profesor Jaswir untuk Islam dilakukan lewat risetnya di bidang Halal Science di mana ia telah mempublikasikan lebih dari 120 artikel yang telah di-peer review di jurnal ilmiah, juga melakukan lebih dari 30 studi riset.

Salah satu studi yang dianggap berjasa untuk Islam dari Irwandi adalah studinya mengidentifikasi dan memverifikasi DNA babi dalam produk gelatin dan gelatin yang terkandung dalam makanan olahan.

Profesor Irwandi juga diketahui mengembangkan metode yang dapat mengidentifikasi zat makanan tidak halal, misalnya alkohol atau babi pada makanan dengan menggunakan ‘Portable Electric Nose’.

Dalam sambutan singkat di hadapan Raja Salman, mengajak kepada seluruh peneliti Islam di seluruh dunia untuk terus berkarya dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan penelitian ilmiahnya kepada Islam di semua aspek disiplin ilmu sebagai sumbangan untuk kemanusiaan.

Penghargaan King Faisal Prize diluncurkan tahun 1979, diberikan dalam lima kategori yaitu, Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam) diterima Irwandi dari Indonesia, Studi Islam (Islamic Studies) diterima ilmuwan Jordania, Bahasa Arab dan Literature (Arabic Language and Literature) diterima ilmuwan Tunisia, Obat (Medicine) diterima ilmuwan Amerika Serikat, dan Sains (Science) diterima ilmuwan asal Inggris, tulis Arabnews.

Profesor Irwandi Jaswir adalah orang kedua setelah Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri ke-5 Indonesia) yang menerima penghargaan yang seringkali disebut “Nobel” dalam dunia Arab dan Islam.

Baca Juga : Erdogan Serukan Tentara Islam Serang Israel

Penghargaan dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam), sebagaimana yang diberikan kedua anak bangsa tersebut, juga diberikan kepada kepada tokoh-tokoh dunia yang dianggap telah melakukan upaya-upaya yang luar biasa dalam mempromosikan Islam sebagai agama yang toleran atau memiliki karya-karya yang didedikasikan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat Islam.

Duta Besar RI merangkap Wakil Tetap Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Agus Maftuh Abegebriel, turut hadir sebagai undangan. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *