berita misteri

Mumi Tertua Di Dunia

Posted on

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru-baru ini memecahkan kasus tertuanya. Para penyelidik berhasil mengekstraksi DNA dari kepala mumi berusia lebih dari 4.000 tahun.

Kepala mumi yang terpenggal tersebut ditemukan pada 1915 oleh tim arkeolog Amerika Serikat yang bekerja di pekuburan Mesir Kuno (nekropolis) di Deir el-Bersha.

Potongan kepala mumi tersebut kemudian dikirim ke Museum of Fine Art (Museum Seni Rupa) Boston beberapa tahun kemudian. Di sanalah misteri bermula.

Seperti dilaporkan The New York Times, ada sejumlah alasan mengapa para ilmuwan kesulitan untuk mengindentifikasi milik siapa gerangan kepala tersebut.

Makam, di mana mumi kepala itu ditemukan, diyakini menjadi tempat bersemayam gubernur pada era Kerajaan Pertengahan Mesir (Middle Kingdom). Djehutynakht, nama sang pejabat, dimakamkan bersama sang istri.

Para arkeolog menjumpai makam tersebut dalam kondisi porak poranda, dijarah para perampok makam sekitar 4.000 tahun lalu. Jasad-jasad di dalamnya dirusak. Para penjahat bahkan mencoba membumihanguskan kuburan itu.

Selama lebih dari 100 tahun, para peneliti memperdebatkan apakah kepala mumi itu milik gubernur Mesir atau istrinya.

Mumi kepala tersebut dilaporkan telah kehilangan tulang pipi dan bagian engsel rahangnya, fitur yang sangat penting untuk memberikan wawasan soal jenis kelamin pada jasad manusia yang diawetkan.

Diduga, bagian-bagian tersebut sengaja dihilangkan, sebagai bagian dari ritual kuno yang diyakini membuat para mendiang bisa makan, minum, dan bernapas di alam baka.

Pada 2009, Dr. Fabio Nunes, ahli biologi molekuler di Massachusetts General Hospital, mengambil gigi mumi tersebut. Ia berharap bisa menggunakannya untuk memecahkan misteri tersebut.

Pada 2016, mahkota gigi tersebut kemudian diperiksa ulang oleh Dr. Odile Loreille, ilmuwan forensik di FBI.

“Masalahnya, pada 2009, belum ada ekstraksi DNA yang sukses dilakukan pada mumi berusia 4.000 tahun,” kata Dr. Rita Freed, kurator di Museum of Fine Arts, Boston, seperti dikutip dari FoxNews, Rabu (4/4/2018).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *