PNS

Pegawai Negri Sipil (PNS) Pria Bisa Cuti Bersalin Selama Sebulan

Posted on

Kabar yang satu ini sangat menggembirakan untuk ibu-ibu yang mempounyai pria berprofesi PNS. Kenapa? Karena kabar ini menyebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria bisa mengajukan cuti selama satu bulan untuk mendampingi istri saat menjalani proses melahirkan. Hal itu diatur terperinci dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017.

Salah satu jenis cuti yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 yakni cuti alasan penting (CAP). CAP salah satunya dapat diajukan oleh PNS laki-laki untuk mendampingi isteri yang menjalani proses melahirkan/operasi caesar dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS.

“Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017, itu adalah tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Nah peraturan ini memang mengatur hak cuti untuk PNS. Memang sangat situasional, tergantung dari persetujuan atasan. Tapi prinsipnya Perban ini memperbolehkan suami itu mengajukan cuti satu bulan karena isterinya melahirkan atau caesar,” kata Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan

Ridwan mengatakan PNS pria tetap mendapatkan penghasilan sebagaimana dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Dia bilang, aturan cuti ini merupakan penyempurnaan dari aturan yang lama. Hal itu agar PNS dapat menerima kejelasan cuti untuk bisa mendampingi pasangannya yang melahirkan. Sebab, kata Ridwan, dalam aturan sebelumnya belum banyak dijelaskan secara detail mengenai kebijakan cuti ini.

“Jadi kalau yang disebut misalnya, hak cuti PNS pria untuk mendampingi isterinya ketika melahirkan atau caesar, itu dulu tidak eksplisit disebut di peraturan sebelumnya, sekarang kita sebut. Jadi beberapa hal baru yang kita adopsi untuk keperluan ini,” tuturnya.

Ketua Umum Lembaga Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi juga menilai hak cuti bagi PNS pria selama satu bulan untuk mendampingi istri dalam proses melahirkan sangat baik untuk membuka gerbang ideal bagi kesetaraan gender.

Menurut pria yang akrab disapa Kak Seto itu, selama ini publik lebih sering membicarakan kesempatan perempuan di kantor. Maka kini tiba saatnya, diberlakukan kesetaraan dengan membuat lelaki piawai mengasuh di rumah.

Menurutnya, pada zaman ‘kekinian’ atau ‘zaman now’ ini lelaki tak mau disebut semata-mata orang sukses yang membangun karir profesional semata.

“Mereka juga bahkan lebih bangga diidentifikasi sebagai lelaki yang menjadi idola bagi anak-anak mereka,” ujarnya.

Kak Seto mengatakan, tantangan bagi PNS sekarang adalah bagaimana mereka juga termasuk sebagai kelompok yang punya produktivitas meninggi seiring keluarnya Peraturan dari BKN
tersebut.

“Sekian banyak studi menunjukkan bahwa fasilitas cuti bagi para suami untuk mendampingi persalinan isteri justru meningkatkan produktivitas mereka,” katanya.

“Bahagia di rumah, merasa keren berstatus ayah ternyata menciptakan suasana batin yang baik selama di tempat kerja,” ujarnya.

Suasana itu, ujar Kak Seto, membuat pekerja pria lebih ulet dan alot bekerja. Kelahiran anak juga membuat para karyawan lelaki menjadi lebih mantap dengan arah hidup mereka.

“Tapi kebanyakan studi tentang itu dilakukan di kalangan karyawan swasta lho. Penelitian di Swedia juga menyimpulkan bahwa seiring keluarnya regulasi tentang parental leave, angka perceraian menurun tajam,” ujarnya,

Menurut Kak Seto, inilah bukti betapa ungkapan “it takes to Tango” dalam membesarkan si buah hati benar-benar bisa mewujud di rumah.

“Semoga Peraturan BKN memantik keinsafan kita untuk kemudian mengecek ulang relevansi serbaneka ketentuan lainnya terkait pengasuhan anak,” ucapnya.

Selain itu, ujar Kak Seto, mengatakan harus ada beberapa hal yang harus diubah ulang. “Misalnya, masih tepatkah jika kuasa/hak asuh anak pascaperceraian harus serta-merta diberikan ke ibu? Juga boleh jadi tidak sedikit lirik lagu anak-anak yang menonjolkan penghargaan bagi ibu perlu ditulis ulang.” ujarnya.

Berikut penuturan yang diberikaan oleh Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan dan Ketua Umum Lembaga Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengenai pria PNS bisa mengambil cuti sebulan untuk mendampingi selama proses dan setelah masa persalinan. Kabar yang menggembirakan ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *